Tumbuh di mana saja.
Dalam hidup, mungkin kita dihadapkan pada harapan yang berbenturan dengan kenyataan. Pesimist bilang ini itu tidak mungkin. Kalau saya bilang, bukankah dengan diberi nafas saja semuanya menjadi mungkin?
Ada banyak keajaiban dalam hidup. Daripada dihabiskan untuk membuktikan ini itu tidak mungkin, lebih baik berusaha membuat satu kejaiban kecil lahir ke dunia. Lalalalala~
Minggu, 18 Maret 2012. Hari yang random buat saya. Datang ke kampus dengan agenda macam-macam yang memaksa saya tinggal hingga malam, sebelum petang saya melarikan diri mendaki gunung melewati lembah. Ya, agenda hingga malam itu dibatalkan. Tapi saya dapat berita itu setelah saya melarikan diri, hahaha :D
Pukul 16.00. Saya pergi ke suatu tempat yang belum saya tau. Sendirian. Berbekal petunjuk-petunjuk acak yang saya dapat dari teman-teman, yang sepertinya juga tidak begitu mengenal daerah tujuan saya, hahaha.. Tapi toh saya sampai juga :)
Jl. Sosiologi no. 14 Komp. Perum UNPAD Cigadung Bandung. Itu alamat tujuan saya yang didapat dari poster yang ditempel di kantin kampus. Ada acara Puppet Show katanya. Wah! Saya excited sekali dan langsung dibuat penasaran. Tanpa banyak cingcong, dengan seluruh kerandoman saya pergi ke sana. Yeah!
S.14 Library. Tempat itu ternyata sebuah rumah-perpustakaan bernama S.14 Library, yang dinamai sesuai dengen nomor rumahnya. Saya menemukannya dalam keadaan ramai. Wah, rasanya asing sekali berada di kerumunan orang yang tidak saya kenal, apalagi mereka datang bergerombol. But I like the sense of getting lost sometimes :) Pengunjungnya ga cuma anak-anak loh ternyata, banyak sekali kaum muda yang juga datang dan terlihat sangat antusias. Daan, perpustakaanya unik sekaliii. Ada banyak ornamen-ornamen dari puppet di sana. Unik! :)
Pukul 17.00. acara baru dimulai, tak lama setelah saya datang. Terlambat satu jam dari jadwal yang tertera di poster. Hahaha lagi-lagi saya beruntung :)
LIVING ROOM is a solo exhibition by Papermoon Puppet Theatre, Yogyakarta. This exhibition brought the idea about the room that truly lives, where there must be an interaction between people, that will bring the life into the room.
by Papermoon Puppet Theatre
The artwork in the gallery is an interactive puppet installation. Begitu masuk rumah yang ternyata perpustakaan itu, pengunjung langsung disambut dengan instalasi bambu yang memenuhi sepetak living room. Di sana digantung boneka-boneka yang dikaitkan dengan benang-benang pengait untuk memainkan boneka (string doll). Di tengahnya ada kotak yang juga berisi boneka. Pengunjung juga bisa memainkan boneka ini :)

Artist Talk. Puas bermain dengan instalasi, saya masuk ke ruang tengah. Wah ruang ini tak kalah uniknya. Beratapkan segi enam (apa segi delapan atau segi lima ya saya lupa hahahaha), ruang ini dijadikan tempat artist talk oleh yang punya rumah. Pembicaranya tak lain tak bukan adalah sang empunya Papermoon Puppet Theatre, Ria Papermoon & Iwan Effendi. Melihat sepasang orang Jogja ini menceritakan perjalanan Papermoon seru sekaliii. Mereka sudah melanglang buana keliling dunia dengan Papermoon. Dan ya, mereka juga partner seumur hidup, alias pasangan suami istri. Aih manisnyaa :)
MAKAN_MAKAN GRATIS! Tak disangka tak dinyana, ternyata panitia yang ternyata yang punya rumah ini menyediakan kudapan-kudapan maknyus!! Saya lupa hidangan persisnya apa, dan kalau ingat pun saya tak tau nama kudapannya, hahaha.. tapi yang jelas hidangannya home made dan hmmm, enak banget! :9
Mini Performance by Papermoon Puppet Theatre. Ini dia yang ditunggu-tunggu! Setelah acara makan-makan dan solat magrib, pertunjukan teater boneka ini diadakan di gudang. Gudang? Ya, gudang. Pemakaian setting gudang ini direquest langsung sama Mbak Ria dan Mas Iwan. Awalnya pemilik rumah sungkan sekali dengan gudangnya yang katanya berdebu dan berantakan. Saya kira gudangnya akan ditata menjadi “panggung” yang rapi dan menutupi kesan “kegudangannya.” Tapi ternyata saya salah, gudang itu dibiarkan berdebu dan berantakan seperti apa adanya. Ada penataan cahaya di sana yang membuat gudang itu terkesan dramatis dan begitu sendu. Untuk menguatkan kesan itu, digeletakkan koper tua besar di bagian belakang. Sebagai tempat bersemayamnya boneka, dipakai juga koper dengan desain jadul yang mendukung. Diiringi petikan kecapi dari Mbak Amanda Mita, pertunjukan ini semakin syahdu saja :)

Wow, ternyata dunia sempit! (Lagi-lagi) Tak disangka tak dinyana, saya bertemu dengan orang-orang yang sebelumnya saya kenal. Mungkin mereka tidak ingat saya, karean saya memang sekadar orang yang numpang lewat di acara mereka sebelumnya hahaha.. Saya bertemu dengan orang-orang dari Komunitas Sahabat Kota, pendirinya, Kandi, dan relawan teraktifnya, Mbak Mita, yang juga bermain kecapi di teater boneka ini. Belakangan, Mbak Mita ini juga bermain sebagai puppeteer. Ada juga orang-orang dari IFI (Institut Français d’Indonésie) Bandung. Sebelumnya, saya pernah beberapa kali datang ke acara yang diselenggarakan IFI secara gratis. Jadi saat mereka (penyelenggara acara di IFI) datang ke puppet theatre ini, saya langsung mengenalnya. Rupanya mereka tertarik dengan konsep yang dibawa oleh Papermoon. Wow! :)
Done. Setelah pertunjukan selesai, diadakan sesi foto-foto dengan boneka yang dipakai untuk pertunjukan, berhubung pengunjungnya ramai sekali, saya tak banyak dapat kesempatan untuk mengambil gambar yang bagus, hehehe.. Tapi saya mendapat banyak hal, tentang menikmati hidup dan menjalaninya secara utuh. Ya, melihat bagaimana orang-orang di sana melakukannya, melihat ekspresi-ekspresi menyenangkan dan antusias itu. They really make the living room truly lives, by their passion, by their story. Aih aihh :)
Tak lama setelah itu saya pulang dengan hati riang. Syalalala~
Sadar atau tidak, yang kita lakukan bisa memengaruhi atau bahkan mengubah orang lain, meskipun itu untuk kepentingan diri kita sendiri. Saya kembali diingatkan untuk berhati-hati :)
Kemudian saya berpikir, manusia mampu berbuat kebaikan dan mampu memorak-porandakan sesamanya. Dari biasa saja menjadi mata duitan, dari rendah hati bisa jadi tinggi hati. Kejadian macam ini juga terjadi ketika ditangkap polisi di jalan raya, memberi uang agar urusan segera beres dan tak mau susah. Tapi sering kali saya lupa, kalau di saat saya bebas dari ditilang, saya telah membuat satu manusia di dunia ini melakukan sebuah kejahatan selain dari diri saya sendiri.
Saya membayangkan kalau saya mati mendadak di saat saya menyogok, di saat saya menerima uang yang tak sepantasnya saya terima, di saat saya mengubah orang menjadi tidak benar, apakah yang akan menjadi jawaban ketika Tuhan menanyakan itu pada saya?
-Samuel Mulia, dalam rubrik Parodi berjudul Tip. Dikutip dari Kompas edisi Minggu, 27 Mei 2012
How to gain Allah SWT’s guidance and protection against the evils of the heart. #islam (Taken with instagram)
What your birthdate says about you Find out what your birthdate tells about you at http://www.exootlab.com/go/birthdate